REKOLEKSI GURU SMA FONS VITAE 1,
“AKU DIUTUS BUKAN TERSESAT,TETAP SETIA DI TENGAH KELELAHAN”
Menjadi guru di SMA Katolik bukan sekadar menjalankan tugas mengajar, tetapi juga mengemban panggilan untuk membentuk pribadi peserta didik yang beriman, berkarakter, dan berintegritas. Setiap hari, guru hadir sebagai pendamping yang tidak hanya membagikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kasih, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
Dalam rangka menyegarkan kembali semangat panggilan sebagai guru di sekolah Katolik, SMA Fons Vitae 1 mengadakan rekoleksi pada tanggal, 25 Juni 2026 di aula SMA Fons Vitae dengan menghadirkan pembicara , Bruder Dr. Gregorius Bambang Nugroho, FIC dengan tema, “Aku Diutus bukan Tersesat, tetap Setia di tengan Kelelahan”. Rekoleksi ini diikuti oleh para guru dan karyawan SMA Fons Vitae 1, guru dan karyawan unit TK ,serta para pegawai Yayasan Marsudirini. Acara dibuka oleh Suster kordinator Yayasan Marsudirini cabang Matraman , Sr Stevany, OSF.
Bruder Bambang menyampaikan kelelahan fisik, emosional, mental, dan spiritual merupakan pengalaman yang wajar bagian dari perjalanan pelayanan tetapi beliau mengingatkan bahwa Tuhan selalu hadir bukan hanya saat kita kuat , tetapi juga saat kita letih. Dalam setiap kelelahan kita dapat menjadi kesempatan untuk memperbarui motivasi dan iman.
Acara rekoleksi berjalan dengan penuh semangat dan penuh keceriaan. Bruder Bambang mampu menyegarkan acara rekoleksi dengan ilustrasi dan pengalaman-pengalaman beliau yang mampu membuat kita merenung sekaligus tertawa bahagia. Kita sebagai guru ditempatkan di sekolah ini bukan sebuah kebetulan tapi bagian dari perutusan panggilan Tuhan.Sebagai penutup Kita dIteguhkan dalam peziarahan di dunia ini kita harus tetap mempunyai keyakinan, kesabaran, usaha .perjuangan , doa , dan keimanan.

























