Sejarah Kami 

1959
s/d 
1961

Empat tahun setelah keberadaan TK, SD, SMP Marsudirini di Jalan Matraman Raya 129, Suster-suster OSF yang menaungi Yayasan Marsudirini mendirikan SMA Fons Vitae  pada tanggal 29 Juli 1959. Masih berbagi gedung dengan TK, SD, SMP, sekolah khusus putri ini mengawali karya pendidikan di bawah pimpinan Sr. M. Suitberta, OSF.

Tanggal 1 September 1961 sekolah menerima legitimasi pemerintah sebagai sekolah swasta yang sah dengan nama SMA ABC Fons Vitae.

1962

Prestasi demi prestasi yang telah dibangun ternyata mengundang perhatian Presiden Soekarno. Pada tahun 1962 SMA Marsudirini diundang Presiden untuk datang ke Istana pada hari Lebaran. Dalam acara tersebut, Sr. M. Seraphine, OSF berkesempatan berdampingan dengan Presiden. Saat itulah Presiden menanyakan kebutuhan-kebutuhan sekolah. Setelah mendengar sekolah sedang direnovasi, beberapa waktu kemudian material-material bangunan yang di butuhkan dikirimkan. Satu peneguhan yang luar biasa untuk lembaga ini khususnya untuk kemampuan anak-anak.

1966

Untuk melengkapi kebanggaan terhadap sekolah ini Sr. M. Anna Marie, OSF menciptakan mars Fons Vitae pada tahun 1966. Mars inilah yang sampai sekarang dinyanyikan oleh siswa-siswi SMA Fons Vitae  dalam setiap kesempatan.

Perjalanan tidak selalu mulus, SMA Fons Vitae  pun sempat merasakan kemunduran dengan jumlah siswa yang menurun akibat kedisiplinan yang kurang. Namun, berkat kerja keras dan tentu saja doa Novena yang tak putus-putusnya dari para Suster dan orang tua murid SMA Fons Vitae mampu bangkit lagi.

1968

Lahirnya SMA Marsudirini Tanjung Priok pada tahun 1968 dengan nama SMA Fons Vitae juga menambah angka ‚ÄúI‚ÄĚ dibelakang nama SMA Fons Vitae yang menjadi SMA Fons Vitae I belakangan berubah lagi menjadi SMA Fons Vitae 1.

1971
s/d 
1975

Tahun 1971 disaat Sr. M. Clarentia, OSF berkarya, gedung khusus SMA diresmikan. Setelah itu siswa SMA Fons Vitae 1 semakin berjubel.

Mereka tidak hanya dari wilayah Jatinegara saja tetapi sudah banyak yang berasal dari luar wilayah Jakarta Timur. Terutama, ketika tahun 1975 sekolah ini mulai menerima siswa laki-laki. Sampai-sampai siswa pernah diminta untuk masuk bergantian pagi dan siang. Maklumlah di tahun itu sekolah harus menerima 6 kelas yang masing-masing berkapasitas 50 siswa. Sangat besar tentunya untuk ukuran waktu itu.

Semakin banyak murid, semakin terkenallah SMA Fons Vitae 1. Maka sekolah pun terus berbenah lewat fasilitas, prestasi dan kegiatan

Kali ini bidang intelektual menjadi sorotan utama. Meski begitu bidang kesenian terutama Drumband juga tetap menjadi favorit disekolah ini. Maka tak heran jika Fons Vitae 1 mampu bersaing dengan sekolah-sekolah ternama di Jakarta.

2000

25 tahun pun berlalu, untuk mengenang perjalanan sejarah SMA Fons Vitae 1 dan sebagai ungkapan syukur atas rahmat-Nya, dibangunlah asrama Pondok Kelapa, di Jl. Kelapa Sawit Raya, Blok L/9, Billimoon. Asrama ini dibuat sebagai sumbangsih para suster untuk para siswa yang mengalami masalah, baik dalam pergaulan maupun dalam hubungannya dengan orang tua. Pada perkembangannya asrama itu juga mengkaryakan diri untuk masyarakat sekitar.

2002

Untuk memenuhi keinginan para siswa,  Sr. M. Clarentia, OSF yang sudah menjabat sebagai Kepala Sekolah selama 31 tahun, tahun 2002 mengundurkan diri, meninggalkan berbagai kenangan dan monumen sejarah yang akan selalu dikenang siswa-siswinya.

2002
s/d
2009 

Diawal masa jabatan Sr. M. Laura, OSF, siswa SMA Fons Vitae 1 unjuk gigi sebagai bagian kota Metropolis Jakarta dengan membuat PENSI di luar sekolah. Tak tanggung-tanggung lapangan Soemantri Brojonegoro di Kuningan menjadi ajang perhelatan akbar ini.


Di masa Sr. M. Laura, OSF ini pun muncul sosok ‚ÄúAndrew Jonathan‚ÄĚ yang berhasil meraih juara dunia Olimpiade Matematika. Pengalaman Andrew akhirnya memacu adik-adik kelasnya untuk berprestasi juga dalam bidang intelektual yang lain. Selain itu untuk memenuhi tuntutan perkembangan teknologi yang maju pesat sekolah juga melahirkan website sebagai ajang komunikasi antar siswa, guru dan alumni. Tak ketinggalan warnet juga dibuka untuk memudahkan siswa mengembangkan teknologi dan informasinya.

Sebagai ajang PKL bagi siswa, sekolah juga menyelenggarakan studi lapangan setiap tahun bagi siswa kelas XI disamping kegiatan rohani seperti retret yang tetap menjadi agenda wajib setiap tahun.

Kerjasama dengan orang tua murid dan instansi di luar juga terjalin dengan baik. Perubahan-perubahan sistem dan kurikulum sekolah selalu dikomunikasikan dengan baik dengan orang tua. Tak lupa, sekolah pun berusaha memberi penghargaan kepada siswa-siswa yang berprestasi di hadapan orang tua.

2009
s/d
2014

Ketika merencanakan acara Jubelium 50 Th SMA Fons Vitae 1, Suster M. Laura, OSF harus berpindah tugas ke cabang SMA Marsudirini Muntilan Magelang dan di gantikan oleh Sr M. Vincentine, OSF, S.Pd.,MM. Dengan demikian, seluruh rangkaian acara Jubelium adalah menjadi tanggung jawab baru bagi Sr M. Vincentine.
Meskipun penampilannya mungil, namun keberanian Sr. Vincentine begitu besar untuk mempromosikan SMA Fons Vitae 1. Kegiatan belajar mengajar, kegiatan ekstrakurikuler dan lainnya meningkat ke depan. Hubungan dengan lembaga-lembaga lain menjadi lebih luas, Salah satunya adalah program studi banding bagi guru dan staf ke Singapura dan Malaysia pada tahun 2013 .
Namun, kemajuan sekolah itu tidak sejalan dengan kondisi usia bangunan yang semakin tua, oleh karena itu, Yayasan berencana merenovasi kompleks Marsudirini Matraman. Untuk melakukan pembangunan gedung dan demi kelancaran proses pembelajaran, SMA FV1 menyewa bangunan milik KAJ sebagai tempat kegiatan belajar mengajar. Tepatnya di Jalan Raya Matraman 119 Jakarta Timur, satu kompleks dengan SD Antonius.

Sekali lagi, ketika ada momen spesial untuk pembangunan gedung baru, Kepala Sekolah berubah. Kali ini Sr Theresie, OSF, S.Pd, M.Pd yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Yayasan Marsudirini Pusat, menggantikan Sr. Vincentine yang pindah tugas ke Yogyakarta per tanggal 1 Agustus 2014.



Dengan demikian, sejarah bisa berubah tapi semangat SMA FV1 akan terus dikenang dan terukir manis di hati para siswa, guru, orang tua dan alumni, membuat SMA FV1 sebagai bekal menjadi tunas muda puspa di taman.

Terima kasih untuk para suster, guru dan staf. Nama kalian akan selalu terukir manis di hati para siswa dan alumni. Tanpa kalian Fons Vitae 1 tidak akan dapat menjadi sumber kehidupan bagi kami.