JURNALISTIK

Bermain Kolintang sampai ke Polandia :

Hobi yang Membuahkan Prestasi

           Senin sore, (8/8) tim jurnalistik bertemu dengan kedua siswa SMA FV 1 yang pada 24 s.d. 28 Juli lalu beruntung bisa tampil di Polandia. Tepatnya di Warsawa, Ibukota Polandia dan Krakow. Mereka adalah  Wilson Nugraha kelas XII A1dan  Fransiskus Sipky Jayakelas XII A3. Di Polandia mereka memainkan alat musik tradisional Indonesia yaitu kolintang.

           Mereka berdua sudah belajar kolintang sejak lima tahun yang lalu di Panti Asuhan Vincentius Putra. Mereka mengetahui akan tampil di Polandia dalam acara  WYD (World Youth Day), acara pertemuan orang muda Katolik seluruh dunia yang dihadiri oleh Paus, sekitar bulan Januari 2016. Untuk persiapan penampilan,  mereka harus berlatih kurang lebih empat bulan.Di Warszawa, mereka tampil tiga kali sedangkan di Krakow mereka tampil sekali. Kami mendengarkan kisah mereka berdua sambil menyaksikan video penampilan  mereka yang sangat mengagumkan .

 Tidak ada yang tahu masa depan kita seperti apa nantinya

¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Awalnya mereka tidak percaya kalau mereka terpilih untuk mewakili Indonesia di acara WYD . ‚ÄúNggak nyangka banget bisa sampai Polandia, karena kolintang hanya kami jadikan sebagai hobi semata. Sampai di Polandia pun saya tidak menyangka bisa sampai di Polandia, soalnya¬† kemungkinan pergi ke Polandia sangat sulit.¬† Tidak ada yang tahu masa depan kita‚ÄĚ, kata Sipky sambil tersenyum mengenang pengalaman manisnya.

           Keberadaan mereka ke Polandia berkat teman guru kolintang mereka yang tertarik melihat permainan kolintang anak-anak PA Vincentius Putra. Orang tersebut kebetulan mendapat undangan mengikuti WYD maka diikutkanlah mereka dalam ajang WYD. Biaya perjalanan masing-masing dua puluh juta didapatkan dari kolekte umat saat mereka bermain kolintang di gereja-gereja.

           Perjalanan total dari Indonesia selama  18 jam tidak membuat mereka jatuh sakit. Bahkan, makanan  yang sangat berbeda dengan yang biasa mereka makan di Indonesia serta suhu udara yang jauh berbeda dengan Indonesia tidak membuat stamina mereka turun. Ini dapat dilihat dari performance mereka yang membuat kami merinding dan takjub menyaksikannya.

           Selama di Polandia mereka tidak hanya bermain kolintang saja, tetapi mereka juga sempat berwisata ke berbagai tempat menarik di Polandia seperti, gereja-gereja bersejarah , katedral, makam-makam orang suci, kamp konsentrasi Nazi Auschwitz , dan monumen Paus Yohanes Paulus II.  Kesulitan komunikasi bahasa diatasi dengan Google Translate dan kamus bahasa Inggris  yang selalu dibawa oleh  keluarga Polandianya.

           Di akhir pertemuan kami Sipky dan Wilson  menyampaikan kebanggaan mereka bisa membawa budaya Indonesia sampai ke Polandia. Namun setelah ini mereka mengatakan akan fokus dulu untuk belajar mempersiapkan UN. Mereka juga tidak terlalu berharap tiga tahun mendatang bisa mengikuti ajang yang sama. Bagi mereka, apa yang mereka dapatkan kemarin sudah memberikan pengalaman berharga dalam hidup mereka.

                              (Wilson dan Sipky bersama  tim jurnalistik FV 1 Maria/X IIS 3, Christine/X IIS 2,

                                  Yuddy XI S II, Shofiyyah X IIS 2, Elia X IIS 2, Steffi X IIS 2, Valencia X IIS 2

                                                            berfoto bersama setelah kegiatan wawancara)

 

 

Akhir dari Gedung Lama

       FV1,(1/8) Pembongkaran gedung lama sekolah Marsudirini di kompleks Matraman Raya 129  sudah berlangsung selama dua bulan.  Awalnya dimulai dari membongkar gedung TK, SD, dan SMA . Sampai berita ini diturunkan pembongkaran  sudah mencapai 75%. Sudah sebagian besar gedung lama itu rata dengan tanah..

       Menurut narasumber yang kami temui, pembongkaran  dilakukan oleh Kontraktor yang bekerja dari pukul 08:00 hingga 17:00. Selama proses pembongkaran berlangsung, kami yang berada di kompleks Sekolah Antonius merasakan getaran dan  suara ekskavator yang sedang bekerja dan kadang-kadang  mengganggu kegiatan belajar mengajar.

          Sedih memang, gedung yang dulunya megah itu sekarang tinggal puing-puin dan menjadi  kenangan , Semoga bangunan baru pengganti gedung lama semakin megah dan bagus. (Christine X IIS 2, Valencia X IIS 2, Yudi XI S 2)

 

 

 

ADA APA DENGAN EKSKUL FUTSAL FV 1?

Hari  Senin (1/8) dimulai ekskul futsal putra di Fons Vitae 1 tepatnya di lapangan baru. Mengapa disebut lapangan baru? Karena lapangan tersebut  baru dibangun dan belum selesai proses pembangunannya.

 Siswa yang mengikuti ekskul futsal  putra sekitar 47 siswa di bawah bimbingan Bapak Tulus Subekti, Mereka hari ini mengikuti seleksi untuk menentukan lolos atau tidaknya mereka masuk ekskul futsal. Seleksi ini di lakukan karena banyaknya peminat ekskul ini. Sementara fasilitas yang tersedia kurang mencukupi.

 Menurut Bapak Ari selaku pendamping ekskul. Ekskul ini baru berjalan pada bulan Agustus karena pertimbangan lapangan dan fasilitas yang kurang mendukung. Meskipun dengan fasilitas yang sangat terbatas, kegiatan ekskul ini berjalan dengan lancar dan sangat tertib yang diikuti seluruh peminat ekskul. Pak Tulus yang sudah membimbing eksul futsal sejak dua tahun yang lalu itu berharap ekskul futsal ini mendapat juara setiap lomba-lomba. (Elia/x iis 2, Shofiyyah x iis 2, Steffi x iis 2)

 

 

Menguji Kekompakan di SMA Fons Vitae 1.

Semarak Peringatan 71 tahun Indonesia Merdeka

SMA Fons Vitae 1 memperingati 71 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dengan kegiatan lomba pada hari¬† Selasa (16/08) dan upacara bendera merah putih pada hari Rabu (17/08/). Lomba yang ¬†diselenggarakan pengurus OSIS tahun ini sangat menguji kekompakan dan bakat desain siswa FV 1. ‚ÄúPersiapan untuk perayaan ini kira-kira dua sampai tiga minggu,‚ÄĚ begitu kata Bayu, dari kelas 11 IPS 3, selaku wakil ketua panitia perayaan 17 Agustus tahun ini. Persiapan yang dimaksud meliputi dekorasi, lomba, hadiah bagi para pemenang, dan tak lupa upacara bendera.

Menurut Bayu, tidak banyak kelas yang W.O tahun ini, itu membuktikan antusiasme peserta yang cukup tinggi. ‚ÄúKira-kira hanya lima kelas yang W.O,‚ÄĚ katanya sambil tersenyum puas. ‚ÄúSemoga tahun depan lomba lebih banyak juga lebih meriah, dan tidak ¬†ada yang W.O lagi,‚ÄĚ katanya, mengakhiri wawancara kami.

Hal yang sama juga dikatakan Devin, dari kelas XII IPS 1, selaku ketua OSIS ketika ditanya hasil kerja ¬†OSIS untuk acara yang berlangsung dari jam 08.00 sampai dengan jam 13.30 itu. ‚ÄúTahun ini sih, yang ikut lebih banyak, lebih baik dari tahun kemarin. Lebih rame pokoknya.‚ÄĚ Ia menuturkan hasil pengamatannya terhadap siswa-siswi kemarin ,‚ÄúTapi, anak-anaknya masih pada misah, sibuk sendiri,‚ÄĚ. Untuk perayaan 17 Agustus tahun depan, Devin mengharapkan agar kekurangan tahun ini bisa tertutup.

Berikut adalah lomba-lomba yang diadakan OSIS SMA FV 1 untuk memperingati 71 tahun kemerdekaan RI.

  1.    Lomba memasukkan pensil kedalam botol

 

Lomba ini berlangsung sangat meriah. Peserta yang mengikuti lomba juga sangat semangat meskipun untuk mengikuti lomba ini kaki peserta diikat satu sama lain. Di pinggang mereka berdua tergantung pensil yang sudah diikat dengan tali. Mereka harus berjalan ke arah botol dan harus memasukkan pensil ke dalam botol

Dalam lomba ini dibutuhkan kekompakkan. Jika para peserta tidak kompak maka akan jatuh. Dalam lomba ini kita  juga diajarkan untuk bekerjasama dan ketelitian. 

Jane kelas X iis 3 mengikuti lomba memasukkan pensil ke dalam botol yang menurutnya seru dan asyik walaupun pada akhirnya kelasnya kalah. ‚ÄúRasanya deg-degan, takut pensilnya ga masuk,‚ÄĚ ujarnya. Menurut Jane, penyebab kekalahan kelasnya adalah kurangnya komunikasi yang membuat tim mereka tidak kompak. ‚ÄúTahun depan, semoga kakak OSIS kalau manggil lebih kencang, soalnya suka ga kedengaran,‚ÄĚ kata Jane.

Lomba yang akhirnya dimenangkan oleh kelas XII IPS 2, XI IPA 2, XII IPA 2,  ini sangat seru sehingga penonton pun ikut gembira meskipun ada keterbatasan tempat dan lapangan yang sempit. (Sofia X iis 2/ Valencia X iis 2)

       2. Lomba Estafet

Lomba estafet adalah lomba beranting yang tiap kelasnya harus mewakilkan empat siswa yang masing-masing mempunyai tugas untuk memindahkan  tiga kelereng menggunakan sumpit.  Kemudian  memindahkan air menggunakan gelas plastik yang ditempel di bando sesuai dengan batas yang telah ditentukan. Dilanjutkan dengan lomba makan kerupuk. Peserta terakhir  harus mengambil koin dari papaya yang sudah dilumuri coklat dengan menggunakan mulut sebanyak-banyaknya.

‚Äú Acara ini seru terutama saat bagian mengambil koin dari papaya karena para pesertanya wajahnya berlumuran coklat dan mereka berebutan satu sama lain‚ÄĚ, ujar Octavia, sekretaris OSIS FV. Pemenang untuk lomba ini adalah XMIA 2, XII IPS 4, dan XI IPA 2.

       3. Lomba  Snapchat

Lomba Snapchat ini dimulai dari pukul¬† 08.35 sampai dengan¬† pukul¬† 10.00. ‚ÄúKami memilih Snapchat karena aplikasi ini adalah aplikasi yang lagi terkenal di kalangan anak muda,‚ÄĚ ujar¬† Noya, Wakil ketua OSIS FV1¬† ketika ditanya mengapa¬† OSIS memilih Snapchat sebagai salah satu cabang perlombaan.

Peserta lomba ini harus membuat desain stiker Fons Vitae I untuk nantinya dikirim ke pihak Snapchat. ‚ÄúJadi nanti kalau kita foto di gedung Fons yang lama, di gereja situ, atau di gedung yang ini, bisa ada stikernya ‚ÄėWelcome to Fons Vitae I‚Äô buatan anak Fons Vitae I sendiri,‚ÄĚ kata Pak Widi yang bertugas sebagai juri. Untuk menghindari kesalah pahaman, panitia menunjukan seperti apa stiker yang harus dibuat oleh peserta melalui Google Images.¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Lomba ini dimenangkan oleh XI IPA 3, XII IPS 1, XII IPS 4.

       4. Lomba Yel-Yel

Setiap kelas menampilkan kreativitasnya masing-masing dan menunjukkan kekompakkan setiap kelas dalam menampilkan yel-yel . Yel-yel yang mereka buat lucu-lucu dan terkadang tidak sesuai tema yang ditentukan  . Banyak kelas yang kurang persiapan sehingga tampil apa adanya tetapi ada juga yang sangat mempersiapkan sehingga penampilannya terlihat bagus.

Pemenang untuk lomba ini adalah XII IPA 3, XII IPA 1, dan XIIIPS3.Dibanding lomba-lomba yang lain, lomba ini paling banyak penontonnya.

Tidak hanya menyelenggarakan lomba, OSIS juga menjual kaos hasil desain mereka sendiri dan juga makanan ringan. ‚ÄúIni kaosnya ada yang desain dari OSIS lama, lalu ada juga yang desain sendiri,‚ÄĚ begitu kata Audre, kelas 11 IPA 1, yang kebetulan bertugas jualan. Kisaran harga makanan yang dijual mulai dari Rp 1.000,00 sampai dengan Rp 2.000,00.

 Istimewa! Kegiatan Upacara Bendera di SMA Fons Vitae 1

Kegiatan upacara bendera merah putih berlangsung pukul 07.30 - 08.10 WIB. Kegiatan upacara diikuti oleh guru dan peserta didik SMA FV 1 di lapangan sekolah.

Kegiatan upacara berjalan dengan lancar dan tertib. Peserta didik mengikuti upacara dengan hikmah dan petugas upacara melakukan tugasnya dengan baik, walaupun adanya sedikit masalah dengan tim PASKIBRA saat akan  mengibarkan bendera merah putih. Di luar permasalahan tersebut, petugas upacara melakukan tugasnya dengan baik dan membuat peserta didik dan para guru terkagum-kagum, karena sebagian dari petugas upacara pada hari itu adalah peserta didik baru yaitu kelas X.

Bapak Brahmana sebagai Pembina upacara dalam sambutannya berpesan kepada para guru, karyawan, dan seluruh siswa untuk mengambil peran  masing-masing dalam ruang yang lebih luas, mengisi kemerdekaan ini dengan mewujudkan cinta kepada Indonesia dengan sebaik-baik pemberian sesuai dengan kapasitas sebagai guru yang hebat, yang handal, yang senantiasa dicintai para siswanya dan siswa yang rajin belajar, semangat bersekolah, tidak mudah putus asa, patuh, dan  taat pada orang tua dan guru, mengikuti perkembangan zaman dengan kedalaman iman serta mampu menunjukkan jati diri sebagai siswa yang bangga sebagai warga Negara Indonesia yang kelak mampu ikut serta mendukung cita-cita luhur seluruh anak bangsa demi mewujudkan  Indonesia yang bermartabat di dunia dan beruntung kelak di akhirat.

Kegiatan upacara dimeriahkan  oleh drumband FV 1 yang mengiringi lagu-lagu seperti, Indonesia Raya, 17 Agustus, dan Mars Fons Vitae 1. Kegiatan tersebut di tutup oleh doa dan pengumuman, lalu peserta didik SMA FV 1 boleh meninggalkan sekolah setelah upacara bendera untuk mengikuti kegiatan di lingkungan masing-masing. Banyak peserta didik yang berfoto dengan tim drumband serta tim PASKIBRA FV 1 sebelum kembali ke rumah masing-masing. (Anastasya Ellena X  iis 2)

 

 

Kebangkitan FV1    

¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Kemenangan tim bulutangkis Indonesia , Owi dan Butet di Olimpiade Rio de Jenerio 2016 rupanya menginspirasi tim bulutangkis FV1 untuk meraih hal yang sama . Tanggal 23 ‚Äď 26 Agustus, tim bulutangkis yang terdiri dari tim putri yang diwakili oleh Virania Lindawati kelas XII S2, Fairilia Kristophani¬† kelas XIA2, dan ¬†Chatrine Natasha kelas X MIA2¬† dan tim putra yang diwakili oleh Daniel Agustino kelas XIIS2, Peter Natanael Nainggolan XIIS2, dan Christian ¬†¬†Yoseph kelas XIS3¬†¬†¬†¬†¬†¬† dengan semangat baja berhasil menjadi juara¬† II Putri dan Juara III Putra¬†¬†¬†¬†¬†¬† dalam¬†¬† Pekan Olahraga Pelajar Provinsi DKI Jakarta.¬† Mereka berenam mewakili kontingen Jakarta Timur. Mereka berhak atas piala dari Dinas Olahraga DKI Jakarta.

            Sebagai apresiasi atas usaha mereka, sekolah memberi beasiswa kepada tim putri dua bulan bebas biaya SPP dan tim putra satu bulan biaya SPP.  Pak Ari  dan Pak Imam sebagai pembina tim bulutangkis sangat bangga atas kemenangan yang mereka  dapat dari hasil mereka latihan baik di sekolah maupun di klub masing-masing. Pak Ari berharap tahun-tahun berikutnya ada wakil dari bulutangkis dan cabang-cabang olahraga  lain yang  mengikuti jejak mereka untuk  mengharumkan nama sekolah.

Sekali lagi,  semangat buat tim bulutangkis FV1 dan selalu jaya!

¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Pada minggu yang sama tanggal 27 Agustus 2016 Inaret Fedora Soplanit kelas XIIA2 berhasil menjadi juara favorit dalam lomba ‚ÄúPresenter Remaja Berprestasi‚ÄĚ yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan SCTV. Meskipun tidak meraih juara I, Fedi tetap bangga atas keberhasilannya karena Fedi mendapat banyak pengalaman dalam lomba tersebut. Kebanggaannya semakin besar ketika Retno Pinasthi presenter SCTV dan artis Zaskia Adya Mecca secara khusus memberi pujian atas penampilan Fedi.